Selamat Datang Di Blog Iyan Al-Balangi.Terima kasih telah berkunjung.

Label

Saturday, October 12, 2013

Lagi Ngawur #4



Dilema

Mbak Lexi (Kiri), Mas Re (Tengah), dan Neng Ecy (Kanan)

            Suatu sore, Mas Researcher (Mas Re) lagi asyik menonton film di sela-sela mengerjakan tesis proposalnya. Mbak Lexical approach (Lexi) dan Neng Reading fluency (Ecy) duduk di sofa tak jauh dari tempat duduknya.

Mbak Lexi                :    Mas, kamu tu serius gak sih sama kita?

Mas Re                     :    Maksudmu?

Neng Ecy             :    Iya, maksud mbak Lexi kita ini udah berbulan-bulan lo bersama, tapi gak ada    tanda-tanda mau ke arah yang lebih serius. Seminar misalnya.


Mbak Lexi                : Iya Mas, kami pengin mendapat kejelasan apakah kami beneran akan jadi tesis Mas.

Mas Re                  :  Lexi dan Ecy, sabar donk. Mas sedang memikirkan itu. Mas sedang memikirkan    teori dan mencari justifikasi buat kalian berdua.

Neng Ecy                  :    Tapi kayanya ini dah terlalu lama deh. Mas kebanyakan mikir dan kerja gak jelas.

Mas Re                   :    Memangnya gak boleh santai sedikit. Mas lagi nyari norm buat kamu Cy, gimana cara ngetes, oral apa silent, one or two alternatives and masih banyak lagi hal lainnya.

Mbak Lexi                : Mas beneran lagi mikirin two alternatives? Aku denger mas mo ganti aku ya dengan pendekatan yang lebih mudah? Repeated reading, choral reading atau apalah itu. Terus mas juga mulai tertarik sama move-language analysis? Mas mau ninggalin aku? Mentang-mentang mami aku udah gak ada di sini ya! Hiks.

(Neng Ecy mendekat dan mencoba menyabarkan Mbak Lexi yang sedang marah, ia mencoba menghapus butir bening yang jatuh di pipi Mbak Lexi).

Mas Re (menjawab gusar)       : Terus? Mengetahui semua itu kalian ingin pergi. Aku juga sedang berusaha memahami kalian. Aku ingin mengerti kalian sepenuh hati. Aku ingin memahami betul apa yang aku kerjakan.

Neng Ecy                 : Tapi sampai kapan, Mas. Beri kami batas waktu dan kepastian. Neng mah gak nuntut yang ribet-ribet, cuma automaticity, prosody sama accuracy. Mas baca donk dengan bener jurnal-jurnal dan artikel yang membahas itu semua. Mas cari para mbah dan cucunya sekarang yang sudah pernah kenalan sama Ecy, gimana penelitian mereka. Find your position, Mas. Justify bahwa apa yang Mas lakukan sekarang bisa memperkuat teori yang telah ada. Gak susah Mas kalau sungguh-sungguh. Tapi kesungguhan itu sendiri yang sekarang mas harus temukan pertama kali.
             
           Neng Ecy dan Mbak Lexi memutuskan pergi. Mereka meninggalkan ruangan itu. Hanya Mas Re yang tinggal sendiri. Menatap tanggal di kalender yang terpampang di dinding. Hari berlalu, tapi proposal penelitiannya seperti tak bergeming. Tergeletak diam. Hanya detak jam dinding yang terus bersuara dan memburu.

Kadang variable itu kaya cewek, ada saat-saat susah buat dimengerti tapi kita sudah terlanjur sayang buat melepas.

*Kebayang lagi dimarahi variabel-variabel gara-gara telat seminar

1 comment: