Selamat Datang Di Blog Iyan Al-Balangi.Terima kasih telah berkunjung.

Label

Saturday, June 22, 2013

Jalan-Jalan ke Jogja



Trio RRI Went to Jogja

Siapa itu Trio RRI?
            Jangan berpikir bahwa mereka adalah saingan trio macan, boyband terbaru, atau tiga penyiar Radio Republik Indonesia. Bukan sama sekali. RRI di sini merupakan singkatan yang diambil dari inisial nama kami masing-masing. Mari kenal lebih dekat dengan mereka.
1.      Raka, gak ada kata yang tepat buat mewakilkan dia kecuali “Pak Beyenya kelas B.”

 
2.      Ronald, hantu foto paling narsis di antara kami bertiga.
 
3.      Iyan, Just a simple and humble blogger and traveler.
Deskripsi tentang kami mungkin tidak terlalu jelas karena memang bukan itu tujuan tulisan kali ini. Ini hanyalah sebuah review tentang perjalanan 3 hari 2 malam Trio RRI menyusuri kota Yogyakarta. Selamat menikmati.

Thursday, June 13, 2013

Song Analysis



An Analysis of the Song
“Home”

A.    Song Lyric
"Home"
By Michael Buble



Another summer day
Has come and gone away
In Paris and Rome
But I wanna go home
Mmmmmmmm

Maybe surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh, I miss you, you know

And I’ve been keeping all the letters that I wrote to you
Each one a line or two
“I’m fine baby, how are you?”
Well I would send them but I know that it’s just not enough
My words were cold and flat
And you deserve more than that

Another aeroplane
Another sunny place
I’m lucky, I know
But I wanna go home
Mmmm, I’ve got to go home

Let me go home
I’m just too far from where you are
I wanna come home

Tuesday, June 11, 2013

Pantai Goa Cina



Pantai Goa Cina:
Liburan Suka Berbalut Luka

                Next trip….setelah datang dari Bromo pada tanggal  6 Juni 2013 kemarin (lihat ceritanya di sini) tawaran liburan masih berlanjut. Kali ini acara kelas. So, anggota yang ikut tentunya lebih banyak. Destinasi wisata kita yaitu Pantai Goa Cina. Salah satu pantai eksotis di Malang. Kita berangkat pada Minggu, 9 Juni 2013. Kami berkumpul di depan Jl. Surabaya sambil menunggu dua mobil jemputan. Rencana awal, kami berangkat pukul 06.30. Tapi karena kami masih mencintai budaya jam karet Indonesia, maka keberangkatan sejak pukul 8-an. Molor lagi…..
              Jalan menuju Goa Cina yang masih rusak (sekitar 800 M dari jalan raya)
Eksotisme Goa Cina
  Banyak hal yang terjadi.  Setiap orang punya ceritanya masing-masing. Penuh tawa, tapi masing-masing membawa luka. Let's see the detail.

Saturday, June 8, 2013

Bromo Part II



Perjalanan Ke Bromo:
Antara Tekad dan Nekat

Biar kami menderu menembus hujan
Melepas dekapan dingin malam di jalanan
Melaju sejauh asa dan harapan
Mengejar mentari terbit, menari di atas ketinggian
Meski buta arah, namun kami masih punya tujuan
Apapun yang terjadi, kita lima sekawan bersatu, bersama, sejalan
***


Awal
            Well, let me start this incredible story.
            Fuih…akhirnya semester dua berakhir juga. Nulis artikel, bikin kompilasi materi, nyusun modul, buat laporan small research, hingga menggarap proposal tesis merupakan sajian nikmat plus teman begadang paling asyik selama beberapa minggu terakhir. Merdeka, itu sebenarnya kata paling tepat ketika berada di masa-masa libur seperti ini. Dan jalan-jalan adalah menu pilihan yang menarik untuk membunuh waktu kosong, terutama bagi mahasiswa full time yang gak punya kerjaan lain selain kuliah. hee.
            Mumpung sedang berada di Jawa timur, salah satu kota di Indonesia dengan tawaran objek wisata yang cukup lengkap, saya ingin mengekplorasi dan bertualang selama liburan ini. Bromo, wisata ini sebenarnya sudah sangat menggiurkan semenjak saya disetujui untuk melanjutkan kuliah di Malang. Pasalnya, dari berbagai blog review, wisata ini dikatakan menawarkan pesona yang cantik mulai dari sunrise, kawah, bukit teletabies, pasir berbisik dan savanna. Ditambah, melihat foto-foto yang dipajang para backpackers, objek wisata ini menjadi semakin wajib untuk masuk di list tempat yang harus dikunjungi.

Kesempatan itu ada
            Kesempatan itu datang di liburan semester ini ketika saya dan teman sekos, Ronald anak Medan, sepakat untuk berangkat di akhir bulan Mei atau awal-awal Juni. Rencana dimulai dengan menghasut

Perjalanan ke Bromo Part I



Perjalanan Ke Bromo:
Antara Tekad dan Nekat

Kenalin dulu para pesonil penjelajah kita.

  • Ronald Nadeak, dari Medan. Ketua Geng kali ini.

  • Agus, dari Bima. Anak kelas sebelah yang suka dengan berbagai jenis makanan yang mengandung kata "Setan."(Lho, apa hubungannya?)

  • Iyan Albalangi dari Kalimantan Selatan. Pengendara amatiran tapi nekat ikut.


  • Desi dari Ponorogo, guide 1 sekaligus navigator.

  • Lia dari Situbondo. Guide 2 berdasarkan jalur bus ke kampungnya.

  • Mita (tengah), calon guide dan seksi konsumsi yang gagal berangkat karena terhalang restu orang tua.Tapi untuk mengenang jasa-jasamu, fotomu tetap kami pajang, Mit.;-). 
 Untuk cerita lengkap perjalanan kami silakan lihat di part 2.

Thursday, May 23, 2013

Post-Method paper



POST-METHOD

A.    Background
1.      Definition of Method
It is important to explain about method first before we have further discussion on post-method. A clear distinction between these two concepts will help us to build a better understanding. Citing the original Greek word, methodos, which “includes the idea of a series of steps leading towards a conceived goal”, the Encyclopedia defines method simply as “a planned way of doing something.” (Kumaradivelu, 2008: 162). Terminologically, method is a single set of theoretical principles derived from feeder disciplines and a single set of classroom procedures directed at classroom teachers.”
There are commonly 15 types of methods taught for language teachers and then used in the classroom practice in various parts of the world such as Audiolingual method, Communicative Language Teaching, Community Language Learning, Competency-Based Language Teaching, Direct Method, Natural Approach, Grammar Translation Method, Oral Situational Language Teaching, Lexical Approach, Silent Way, Suggestopedia, Task-Based Language Teaching, Total physical response, and more. Each of these methods has a specified set of theoretical principles and a specified set of classroom practices.

Friday, March 1, 2013

My poem



Kau dan Aku
Aku tak pernah mengata cinta padamu
Atau memanggil sayang sebagai ganti namamu
Tidak pula menatap matamu
Untuk mewakili semua itu
 
Namun kutahu
Kau cukup mendengar bisik hatiku
Pelan namun sharih
Seperti semilir angin, begitu lirih
Namun kutahu kau merasa, kasih

Kau dan aku tak berirama
Kita tak berjalan bersama
Atau saling merayu sebagaimana pecinta
Namun inilah aku dan dirimu, berbeda
Tapi kuyakin, cinta kita sama