Selamat Datang Di Blog Iyan Al-Balangi.Terima kasih telah berkunjung.

Label

Monday, November 28, 2011

Kisah Fiktif Inspiratif (Part II-Tamat)

Sambungan Part I
Keesokan harinya seluruh rakyat dan pejabat pun berkumpul. Semua hadirin terkesima melihat pembukaan yang bahkan 10x lebih meriah dari pembukaan SEA Games 2011 di negara tetangga.
Singkat kisah, acara inti pun dimulai. Semula acara berjalan damai namun tiba-tiba pertarungan kata tak bisa dielakkan karena tiap orang di sana merasa hebat. Tiap mereka merasa pantas untuk mendapatkan anugerah sebagai “Orang Paling Berjasa Di Negara Kalimutu.”
Hasilnya, hari itu semua orang merasa kecewa. Diputuskan bulan depan penghargaan tersebut akan diberikan kepada mereka yang mampu menunjukkan prestasi gemilang dalam tiap bidang yang mereka pimpin. Penilaian akan dilakukan oleh Departemen Penilaian Dalam Negeri yang gawangi oleh Andi Nur Pati beserta beberapa staf seperti Rahimah Amelia Putri dan Hamdah.
Namun apa lacur, semua sudah terjadi. Prasangka buruk telah merasuk ke dalam hati tiap-tiap pejabat bahwa pasti Mas Iyanlah yang akan mendapatkan penghargaan tersebut. Pasti dia akan menekan Departemen Penilaian Kinerja Dalam Negeri untuk menonjolkan prestasinya saja.
Menteri-mentari pun menunjukkan kedengkian mereka pada sang pemimpin dengan enggan bekerja.
Sistem pemerintahan yang selama ini berjalan begitu baik mulai kacau. Banyak laporan pelanggaran hukum dan HAM yang masuk dan tak tertangani. Banyak Tenaga Kerja Luar Negeri yang dikabarkan mengalami kekerasan dan tak diacuhkan.
Pulau-pulau kecil diperbatasan mulai direbut negara tetangga. Sistem teknologi dan informasi tidak lagi update dan mudah di heck negara lain. Sistem kota tak tertata. Penghasilan pariwisata menurun drastis.
Sementara itu, sistem social pun mulai kacau. Ormas-ormas mulai memunculkan taring mereka masing-masing karena ketidakpuasan atas kinerja pemerintah yang mulai kacau. Survey tak berjalan sewajarnya. Hal ini mempersulit penentuan kebijakan baik bidang pangan, pendidikan, hingga ekonomi.
Menteri agama pun mulai uring-uringan mengurus rakyat. Badan sensor tak diamati secara ketat. Budaya luar masuk dengan begitu bebasnya. Generasi mulai meniru hal-hal salah dan merusak. Bahan bacaan mereka pun tidak lagi bermutu. Hal ini dikarenakan tidak ada lagi suplay buku dan fotocopy berkualitas baik yang mereka dapatkan. Perpustakaan ditutup.
Dibidang lain, korupsi mulai menggurita semenjak Menteri Pertahanan Dalam Negeri dan KPK, yang dipimpin oleh Kak Latifah, mulai lemot menangani kasus-kasus yang masuk. Tak ada lagi ketegasan, tak ada lagi keadilan. Semua hancur dalam kurun tak lebih dari tiga minggu sejak hari Penghargaan itu.
Menteri Penasehat Negara dan Dewan Pemantau Politik, Kanda Rizali dan Nyak Neneng Radiatam Mardiah mulai cemas akan keadaan ini. Pikir mereka negara ini akan hancur jika dibiarkan berlarut-larut. Mereka memutuskan untuk mengadakan pertemuan luar biasa dengan seluruh pejabat negara guna membicarkan inti permasalahan yang terjadi.
Di pertemuan, semua orang pun menguraikan apa yang menjadi sak wasangka mereka selama ini. Mereka merasa tidak dihargai jerih payah dan apa yang mereka lakukan jika saja salah satu dari mereka nanti mendapatkan penghargaan sebagai pejabat terbaik negara ini. Masing-masing membela ego dan merasa melakukan yang terbaik. Mereka pun mengutarakan tentang kemungkinan Mas Iyan selaku pemimpin negara akan menekan Departmen Penilaian Kinerja Dalam Negeri guna meraih penghargaan tersebut.
Mendengar semua penuturan itu. Kanda Rizali menghembuskan napasnya dengan berat. Dan dengan berwibawa dia berkata.
“Sekarang, bukankah kita semua sudah tahu inti permasalahan dinegara ini. Semua egois. Hanya karena demi mendapat predikat terbaik kalian mengorbankan rakyat. Kalian tahu apa yang terjadi selama ini. Negara ini turun pamor dihadapan negara lain. Kita mulai dilecehkan. Dan rakyat, mereka sengsara akibat  ulah kalian. Ada yang tahu, berapa orang yang mati dan tidak mendapatkan keadilan selama 14 hari kalian bersikap seperti ini? Puluhan! Ada yang tahu berapa generasi muda yang rusak selama kurun ini? Ratusan! Dan ada yang tahu berapa orang yang mulai mengalami kemiskinan dan sulit mendapatkan makanan? Banyak! Kalian tahu itu ulah siapa? Kalian! Dan kalian tahu alasannya kenapa? Hanya karena Ego!” Dan setelah kata-kata itu, kanda Rizali tak lagi berkata-kata. Dia menyanyikan beberapa lagu Iwan False kemudian menangis.
Semua yang hadir terdiam. Menyesal dan merenungi apa yang telah mereka lakukan. Negara ini telah dibangun oleh nenek moyang mereka sekian lama hingga bisa seperti sekarang. Mereka merasa angkuh dan merasa paling berjasa ketika mampu mengantarkan negara menuju kemakmuran. Dan kini mereka menghancurkan semuanya.
Sungguh perasaan ujub, riya, dan sombong telah meringkuk mereka dalam kesempitan berpikir. Tak ada kesuksesan besar tanpa kerjasama yang kokoh dan sikap saling merhargai.
Sekali lagi suasana benar-benar hening. Semua tertunduk. Saat itulah, tiba-tiba Hendra Erawanto muncul. Dia membawa sapu dan kain pel. Rupanya hari ini adalah jadwal pembersihan ruangan.
Tamat.
Tunggu saat cerita ini difilmkan dan semoga para pemainnya tetap dipertahankan. Amin.

2 comments:

  1. hah!!!!?
    bagus! kembangkan terus imaginasimu.. kwkwkwk (Walaupun gak jelas akhir ceritanya)

    ReplyDelete
  2. That's my style to end a story guy....

    ReplyDelete