Selamat Datang Di Blog Iyan Al-Balangi.Terima kasih telah berkunjung.

Label

Saturday, December 31, 2011

Jomblongeness Vs Jomblo Beriman


Jomblongenes Vs Jomblo Beriman

                            Source of Picture: medicomm.wordpress.com
            Well, malam ini adalah malam pergantian tahun masehi. Tepat pada jam 12 nanti kita akan mengalami pertambahan usia bumi. Lewat sudah 2011, selamat datang 2012.
            Kerennya, malam tahun baru kali ini bertepatan dengan malam minggu. Malam minggu plus malam tahun baru merupakan komposisi yang sangat  manis jika dicicipi (bagi yang mau? Hee). Mungkin ada yang sudah kontak teman-temannya buat hangout bareng. Ada yang sudah merencanakan party sama-sama. Atau sekedar ngumpul-ngumpul dipinggir jalan buat nungguin kembang api (sepertinya ini alternatif acara paling murah meriah).
            Bagi yang punya kekasih mungkin mereka dah call si do’i  buat diajak jalan. Apapun yang mereka lakukan semuanya bertujuan having fun. Hmm…tapi dari sekian juta manusia tentu ada donk yang gak ikut dalam hingar bingar, gemerlap, sensasional, sumringah, dan kata-kata meriah lainnya tentang tahun baru. Salah satu dari golongan tersebut adalah para jomblongenes. Yup…istilah ini saya pinjam dari beberapa penulis atau remaja galau masa kini. (maaf ya klo tidak ada footnotenya).
            Bagi para jomblongenes malam minggu tak ada bedanya dengan malam biasanya meskipun ditambah momen tahun baruan. Stay at home, nonton tv, atau internetan adalah alternative pelampiasan yang mendapatkan polling terbanyak tentang apa yang mereka lakukan. Hmm…ngenes memang ya.

            Sebenarnya, para jomblowan dan jomblowati, kita tidak perlu merasakan se-ngenes itu. Kita harus ingat bahwa jomblo juga manusia. Kita punya teman dan keluarga dan pastinya Tuhan. Nah, jomblo-jomblo yang seperti inilah yang termasuk ke dalam golongan jomblo-jomblo yang beriman. Mereka punya keyakinan bahwa jodoh, rezki, dan umur merupakan hak prerogatif Allah (Bahasanya canggih ya). Mereka bersyukur dalam keadaan bagaimana pun mereka diletakkan. Hidup ini fase dan tiap fasenya harus kita nikmati agar langkah kita sempurna dan menjadi orang yang matang bin dewasa.
            Mungkin bagi para jomblongenes, malam minggu+tahun baru merupakan malam dimana mereka merasa iri dengan orang-orang yang sudah punya pasangan. Mereka meratapi nasib mengapa mereka tak laku-laku. Mereka meronta, merana, hingga merona mengapa nasib mereka begitu perih. (lebay mode on). Namun sebaliknya, bagi para jomblo beriman mereka begitu yakin akan Kemahabijaksanaan Allah. Kawan, jomblo itu bukan berarti kita tidak laku, tapi jomblo adalah saat dimana Allah menjaga kita untuk tidak mendekati hal-hal yang tidak dikehendaki-Nya. Mungkin saja kalau kita punya pacar kita akan lupa dengan aturan-aturan Allah tentang hubungan antarlawan jenis, kita mungkin juga lupa dengan teman-teman kita karena saking sibuknya dengan pacar, atau kita menjadi boros dan menyusahkan orang tua (bagi yang masih dalam tanggungan, haa).
            Intinya, apa pun yang kamu lakukan di malam tahun baru ini, nikmatilah. Toh, pergantian tahun tidak harus dilakukan dengan rame-rame. Gak usah curhat di facebook dengan menulis status “Huuh…mlm tahun baru sendiri, kpn ya bisa kaya yang lain,” atau “Cepi Anay mLm thun barunya,” atau “Nasib jomblo, mlM tahun baru GALAU ABESSS.” Santai sajalah, kalau mau rame-rame kalian masih punya teman dan keluarga kan. Hee. Pesannya, jangan sampai kalian menjadi jomblo-jomblongenes yang sedih karena malam ini kalian merasa sendiri. Bertaubatlah dan masuklah ke dalam golongan jomblo-jomblo yang beriman, yang selalu husnudzon kepada Allah, menyayangi teman, cinta keluarga, dan selalu melakukan hal-hal positif.

Terakhir, Say no to drug….

4 comments:

  1. Libur, kan malam tahun baru. Sidin paham za jalanan macet. hee

    ReplyDelete
  2. jomblongenes...hemmmm jomblo apa tak laku2 sihhh.........yaaa sabar saja lah, sebenarnya tu dalam hati,,,,maaaa ulun kada tahan lagiii....gkgkgk

    ReplyDelete