Selamat Datang Di Blog Iyan Al-Balangi.Terima kasih telah berkunjung.

Label

Thursday, December 15, 2011

Sepotong Kisah Cinta Seorang Aulia


Guru Rasyid Ridha
Mesjid Sabilal Muhtadin, Banjarmasin

“Apa yang kita kerjakan selama 24 jam ini ikutan kita haruslah Rasulullah.” Jadi seyogyanya selaku seorang yang mengaku umat Rasulullah sudah sepatutnyalah kita mengikut rasul kita, orang yang paling mulia, yang kebaikan akhlaqnya dipuji oleh Allah dalam Al-Qur’an. Rasulullah adalah sebaik-baik teladan dalam menjalani kehidupan.

“Kisah Samlun, seorang aulia Allah, beliau membujang hingga tua karena kesibukan beribadah pada Allah. Maka kala beliau sudah tua, beliau menikah dengan seorang wanita. Tak lama, wanita itu melahirkan seorang putri. Ketika putri tersebut berumur 3 tahun, hati Samlun bergeser kecintaannya dari Allah kepada anak. Maka Samlun dimimpikan dia berada dipadang Mahsyar dan dibangkitkan bersama  golongan orang-orang shaleh. Namun, turun malaikat kemudian memberitahukan bahwa Samlun tak lagi berada dalam golongan itu. Samlun protes.
“Kenapa?”
“Karena kecintaanmu telah bergeser ketika engkau memiliki anak.” Jawab malaikat.
Maka samlun berdoa.
“Bila putriku yang membuatku jauh dari Engkau, ya Allah, maka cabut nyawanya.”
Ketika Samlun bangun maka ia diberitahu bahwa putrinya jatuh dari tangga dan meninggal. Maka Samlun mengucapkan syukur kepada Allah karena menghilangkan penghalang baginya.”
            Berdasarkan kisah tersebut, kiranya dapatlah kita mengambil pelajaran betapa besar kecintaan seorang aulia Allah. Lalu bagaimana dengan kita, pernahkah kita minta untuk dihilangkan hal-hal yang membuat kita bergeser, lupa, bahkan lalai dari Allah. Bahkan kadang kita takut kehilangan apa yang kita miliki dan kadang ketakutan itu melampaui ketakutan kita kepada Allah.
Wallahu’alam bissawab.
Semoga Allah selalu menuntun kita ke jalan yang lurus dan diridhoi-Nya.

No comments:

Post a Comment